Home » » Profil Pondok Pesantren Rafah

Profil Pondok Pesantren Rafah

Written By Irma Safitri on Jumat, 18 Juli 2008 | 20.13




Kata Pengantar Sejarah merupakan bagian dari sumber ilmu, sehingga penulisan perjalanan hidup yang merupakan bagian dari sejarah merupakan suatu keharusan agar kiranya menjadi pelajaran bagi para pembaca yang dapat mengambil hikmah didalamnya. Dengan itu Pondok Pesantren RAFAH mencoba menuliskan Profil singkat perjalanan Pondok ini. Profil Pondok meliputi segala aspek kegiatan dari semenjak didirikan dan dalam perjalanannya. Tulisan ini masih mengandung banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan, namun demi kepentingan pelajaran akhirnya kami terbitkan dengan harpan dapat berguna khususnya bagi perjalanan Pondok Pesantren Rafah sendiri.
Sejarah
Dimulai dari niat mulia KH. M. Nasir Zein, M.A. sejak belajar di Gontor dan Madinah dalam mengembangkan ilmu serta berkhidmah untuk ilmu dan orang-orang yang menuntut ilmu. Cita-cita itu ditakdirkan sejalan dengan cita-cita almarhum waqif pertama pesantren yaitu almarhum H. Ahmad Fauzi Ramli, bapak mertua beliau. yang sebelum wafat tahun 1994 telah menyerahkan lahan seluas 12.050 m2 kepadanya untuk dibangun pesantren. Maka dengan niat mengembangkan dan menyebarkan ilmu serta mensyiarkan Islam dimulailah pembangunan pondok pesantren ini. Peletakan batu pertama dilaksanakan pada hari Senin tanggal 1 Dzulqo’dah 1417 H bertepatan 10 Maret 1997 M yang dilakukan oleh para ulama dan habaib baik dari Jakarta maupun Bogor, di antaranya adalah KH. Abdurrasyid Abdullah Syafi’i, KH. Abdurrahman Nawi, KH. Zainal Abidin Pagentongan, KH. DR. Didin Hafidhuddin, Al Habib Husein bin Ali Al Athoos, Al Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf dan Ketua Majlis Ulama Kab. Bogor KH. Sanusi Azhari dan para ulama lainnya. Serta dihadiri oleh lebih kurang 1000 orang. Nama RAFAH Semula Pondok Pesantren ini bernama “Rahmah Fauziyyah”. Namun atas usul seorang guru di Madinah, nama tersebut diganti. Karena nama tersebut berkesan sebuah nama pesantren untuk wanita. Beliau menyarankan supaya diganti dengan tidak menghilangkan makna dari penamaan pesantren ini. Maka diganti menjadi RAFAH. yang artinya “sejahtera”. Sesuai dengan tujuan didirikannya lembaga pendidikan ini yaitu agar dapat menyejahterakan ummat dengan ilmu yang menjadi dasar untuk beramal sholih dan akan membuka jalan kesejahteraan dunia akhirat. Pondok Pesantren Rafah didirikan dengan dana dari umat dan para muhsinin yang menginfaqkan hartanya tanpa pamrih, ikhlas lillahi ta’ala. Terkhusus teman dekat KH. M. Nasir Zein, M.A. yang memiliki komitmen untuk membantu pesantren ini yaitu Al-Ustadz Sayyid Muhsin bin Abdurrahman Alkaf. Juga diambil dari sumbangan wali santri yang merupakan kewajiban mereka. Awal Pembangunan Masjid merupakan bangunan awal yang berdiri di Pondok Pesantren Rafah, karena masjid merupakan pusat dakwah untuk ummat dengan segala kegiatannya. Sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. di awal kedatangan beliau ke kota Madinah. Pembangunan masjid ini diselesaikan selama 8 bulan. Dimulai pada tanggal 1 Dzulqo’dah dan selesai pada bulan Sya’ban. Diresmikan pada tanggal 27 Desember 1997 M oleh para ulama dan pejabat setempat yang hadir waktu itu, di antaranya Drs. Muamal, selaku Asisten Daerah Bogor. Lokasi masjid berada di pintu gerbang sebagai gapura pesantren, karena pesantren secara kronologis berasal dari masjid yang menjadi pusat aktivitas para santri dengan kegiatan ibadah. Proses dimulainya pendidikan Setelah peresmian masjid maka pada bulan Syawwal pesantren ini menerima santri TPA untuk masyarakat sekitar. Diawalinya program pendidikan dengan TPA karena belajar Al Qur’an atau mengaji merupakan dasar dari segala ilmu dan ia menjadi ukuran yang distandarkan oleh Nabi Muhammad SAW. “Khoirukum man ta’allamal Qur’ana Wa ‘Allamahu”. Diharapkan mereka yang belajar di TPA kemudian hari bisa merubah masyarakat menjadi masyarakat yang beribadah kepada Allah SWT. dan bermuamalah dengan baik kepada sesama manusia. Jumlah santri ketika itu 100 orang. Para santri TPA sejak awal tidak dipungut biaya karena program ini merupakan program sosial pesantren terhadap masyarakat. Berkah Al Qur’an terlihat dengan terus bertambahnya santri TPA. Jumlah santri TPA untuk saat ini sekitar 300 orang. Terdiri dari santri laki-laki dan perempuan. Untuk kepentingan ibadah dan program pengajaran Al Qur’an maka dibangunlah masjid Ar Rahmah khusus untuk masyarakat sekitar. Sehingga kegiatan TPA sudah bisa dipisahkan untuk santri laki-laki dengan santri perempuan, yang pada awalnya belum dapat dipisahkan karena keterbatasan sarana. Untuk kegiatan putri berada di gedung TPA depan pesantren sedangkan untuk putra berada di masjid yang baru dibangun. Proses Dimulanya Pendidikan Formal Untuk pendidikan formal, Sekolah Menengah Pertama dimulai pada bulan Juli 1999 M dan setahun sebelum itu Yayasan telah membentuk Pokja yang tugasnya mempersiapkan perangkat-perangkat lunak; kurikulum dan program-program lainnya yang berkenaan dengan pesantren yang sifatnya intrakurikulum atau ekstrakurikulum. Mereka adalah Ust. Eka Hardiana, Ust. Dadeng Wahyudin, Bapak Sugeng dan Ust. Iwan Juanda, yang bekerja secara sungguh-sungguh, ikhlas untuk menyusun rancangan program pesantren. Penyusunan ini berlangsung selama 1 tahun dari bulan Juli 1998 sampai bulan Juni 1999. Program dimulai dengan nama Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Islam Terpadu (SLTP IT) dengan jumlah guru pertama kali adalah 10 orang dan 39 santri dari 45 orang yang mendaftar. Merekalah angkatan pertama yang pada tahun 2005 lulus dengan jumlah 19 santri. Pondok Jangka Panjang Untuk keberlangsungan pondok jangka panjang, pesantren bertekad dan berkeyakinan bahwa dakwah harus berlangsung sampai waktu yang ditakdirkan oleh Allah SWT. Dakwah itu akan berlangsung sampai hari kiamat meskipun da’inya akan meninggal. Menyadari hal tersebut maka pesantren mengambil langkah kaderisasi. Dimulai dari keluarga, yaitu anak-anak kyai sendiri yang memang sudah diniatkan sebagai pelanjut estafet perjuangan pesantren di masa yang akan datang. Para santri pun ditanamkan jiwa kemandirian, pengorbanan, persaudaraan, ta’awun, dan iman yang kuat. Ini dimaksudkan agar santri kelak setelah mereka belajar di pesantren memiliki loyalitas dan keperdulian kepada pesantren bukan hanya fisiknya tetapi ilmu risalah, visi, dan misi dari pesantren ini. Dan santri yang telah menyelesaikan pendidikannya tidak harus berjuang di Rafah, dia bisa berjuang dan melanjutkan di tempat yang lain selama misinya diridhoi oleh Allah SWT. Dalam segi sarana prasarana Pondok Pesantren Rafah terus melakukan pengembangan. Sejak peletakan batu pertama di Pondok Pesantren Rafah pada 1 Dzulqa’dah 1417 H pembangunan secara fisik tidak pernah berhenti meski mengalami fluktuasi. Pengembangan-pengembangan itu terus dilakukan dan diupayakan. Manusia harus selalu bersyukur meskipun yang dilakukan ini belum apa-apa. Lahan pesantren terus diperluas, yang awal diwakafkan berjumlah 12050 m2 sekarang telah ada seluruhnya lebih kurang 10 hektar. Alhamdulilah, Pondok Pesantren Rafah pada tangal 1 Muharrom 1427 H mendapatkan wakaf tanah yang berada di sebelah Selatan pesantren seluas lebih kurang 2500 M dari seorang Muhsinah Ibu Dra. Hj. Maysaroh. Di atas tanah tersebut insya Allah akan dibangun Pusat Pengajaran dan Penghapalan Al Qur’an. مركز رفاه لتعليم وتحفيظ القرآن الكريم Kesan Berjuang Berjuang dalam pendidikan di dunia pesantren pasti ada suka-dukanya, karena sudah menjadi sunatullah yang berlaku pada manusia. Kita berbahagia apabila kita sukses pada satu program. Berbahagia karena banyak pelajaran yang bisa diambil. Pondok pesantren memiliki keyakinan kuat, bahwa siapa pun yang berjuang di jalan Allah, niscaya Dia akan bersamanya. Pembangunan pesantren dengan segala keterbatasannya dan niat yang ikhlas ini terus berjalan dan terus berlangsung. Suka dan duka yang dialami selama berjuang adalah kenyataan dari firman Allah dalam Al Qur’an الم . أحسب الناس أن يتركوا أن يقولوا امنا وهم لايفتنون. ولقد قتنا الذين من قبلهم فليعلمن الله الذين صدقوا وليعلمن الكاذبين..”والذين جاهدوا فينا لنهدينهم سبلنا و إن الله لمع المحسنبن”. Segala ujian, cobaan, dan hambatan hanya kami pasrahkan kepada Allah SWT. Kami selalu bersyukur dalam nikmat dan suka cita dan bersabar dalam duka dan hambatan. Pondok pesantren harus berbaik sangka terhadap Allah bahwa tidak ada beban yang dilimpahkan kepada manusia kecuali ia sanggup memikul dan menyelesaikannya. Wallahu a’lam. Alumni Pondok Pesantren Rafah telah meluluskan 52 orang santri yang tersebar dalam beberapa Perguruan Tinggi, di antaranya mendapat beasiswa BUD di IPB, beasiswa BUD di IAIN Sunan Ampel, LIPIA, TAZKIA, Sekolah Tinggi Penerbangan, Universitas Muhammadiyah Jakarta, UIN Syarif Hidatullah Jakarta, Universitas Gunadarma, Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, Universitas Negeri Jakarta, STT PLN. Serta beberapa yang melanjutkan ke luar negeri, seperti IIUI Pakistan, Jami’ah Al-Azhar Mesir, dan Libya. Tenaga Pengajar Tenaga pengajar di Pondok Pesantren Rafah datang dari lulusan berbagai Universitas di dalam dan luar Negri, di antaranya : S2 Madinah, S2 Pakistan, UNPAD , UPI Bandung, UI Jakarta , IPB, ISID Gontor, LIPIA, ANDALAS Padang, IKIP Semarang, dan Pondok Tahfidzul Qur'an Qudus, Demark dan Bogor. Filosofi Lambang Rafah 1. Bintang dengan delapan sudut, ini sesuai dengan risalah Nabi Muhammad SAW, beliau diutus sebagai rahmatan lil alamin untuk alam semesta, Pesantren inipun tujuannya untuk membawa risalah tarbawiyah ta’limiyah daawiyah untuk seluruh golongan tanpa terkecuali yaitu ummat Islam secara keseluruhan. 2. Kitab yang terbuka di dalam bintang berarti bahwa ilmu bersumber dari Al Qur’anul Karim dan sunnah Nabi Muhammad SAW yang menjadi dasar semua amal dan aktifitas kita. Dan di dalam gambar kitab yang terbuka tersebut ada tulisan “ al ilmu nurun “ ilmu itu adalah cahaya. Ilmu merupakan cahaya untuk kehidupan kita, cahaya untuk indra kita, untuk langkah kita, bahkan untuk hati kita. Dengan ilmu seseorang dapat berfikir positif. Dengan ilmu orang berniat ikhlas. Dengan ilmu orang berbuat baik dan bermanfaat. 3. Mihrab yang berada di dalam bintang tersebut sebagai satu simbol bahwa manusia diciptakan oleh Allah SWT dengan tujuan beribadah kepada-Nya. Dan menuntut ilmu itu adalah bagian dari ibadah. 4. Warna hijau, merupakan salah satu warna yang disenangi orang. Sabda Rasulullah SAW “ Tiga hal yang bisa menenangkan hati seseorang dan menghilangkan rasa kesedihan dari seseorang pertama hijau-hijauan, kedua air yang ketiga wajah yang baik… Wallahu a’lam Panca Jiwa Pondok Pesantren Rafah 1. Jiwa Imani Diharapkan santri memiliki iman yang kuat, jiwa ini tercermin pada sikap keihlasan 2. Jiwa Kemandirian Mandiri berarti mampu menolong diri sendiri tanpa bantuan orang lain. Sikap ini merupakan bekal ampuh bagi para santri dan pesantren. Maka pesantren seharusnya tidak menyandarkan diri pada orang lain. Tapi pula tidak menolak bantuan yang diberikan. Jiwa kemandirian berarti pula semua jenis kegiatan yang bergulir di pesantren dikerjakan seluruh civitas pesantren. 3. Jiwa Pengorbanan Islam tidak akan berjaya kecuali dengan pengorbanan umatnya. Pengorbanan yang sejalan dengan apa yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW, dan para salafusholih. Islam akan tinggi dengan pengorbanan umatnya yang hasilnya akan kembali kepada diri sendiri dan bukan kepentingan Allah. 4. Jiwa Ukhuwah Kehidupan di dalam pesantren mencerminkan sikap ukhuwah diantara para santri dan guru, sehingga terlihat rasa persaudaraan yang sangat kental, yang menyebabkan tak ada dinding yang memisahkan mereka. Suka senang serta duka sedih ditanggung bersama inilah yang mempersatukan umat dimasa yang akan datang. 5. Jiwa Ta’awun Yaitu jiwa tolong menolong. Dengan jiwa tolong menolong ini bisa terwujud kelak masyarakat yang kuat, umat yang solid dan secara aplikatif diterapkan dengan cara pembauran sesama santri. Visi Misi dan Moto Pondok Pesantren Rafah Visi dan Misi Visi Pondok Pesantren Rafah adalah sarana membentuk generasi qur’ani, dengan maksud ingin membentuk generasi yang mempunyai dasar Al Qur’anul Karim, yang seluruh amal didasari oleh sunnah Rasulullah SAW. Secara umum generasi yang diinginkan yang lahir dari Pondok Pesantren Rafah adalah generasi yang mengikuti khittah Ahlussunnah Wal Jamaah yaitu As Salaf Ash sholih. Sedangkan Misi Pondok Pesantren Rafah adalah ingin memunculkan generasi muda yang berprestasi dalam hal ilmiah dan amaliah. Motto 1. Beraqidah shohihah 2. Berilmu pengetahuan luas 3. Berfikiran yang Islami 4. Berakhlak mulia 5. Bermuamalah yang tasamuh Struktur Organisasi Pondok Pesantren Rafah Pimpinan Pondok Pesantren RAFAH merupakan badan tertingi yang memiliki tanggung jawab pembinaan dan pengasuhan secara langsung terhadap para santri dan guru. Adapun bagian atau krangka organisasi dibawah beliau adalah : 1. Lembaga SMA IT RAFAH yang dikepali oleh seorang kepala sekolah 2. Lembaga SMP IT RAFAH yang dikepali oleh seorang kepala sekolah 3. Lembaga kurikulum SMIT RAFAH 4. Lembaga Pengasuhan Santri 5. Lembaga Tahfidz 6. Lembaga yang bergerak dibidang sarana 7. Lembaga Khidmah Masyarakat Pengasuhan Santri Adalah lembaga yang membina seluruh kegiatan santri diluar kelas. Lembaga ini ditangani oleh pengasuh Pondok Pesantren yang sekaligus juga pimpinan pondok Pesantren, dalam hal ini KH. Muhammad Nasir Zein, MA. Dan dalam pembinaan beliau dibantu oleh staf pengasuhan santri. Adapun kegiatan-kegiatan pengasuhan santri meliputi kegiatan santri mulai dari kelas satu sampai kelas enam, yang langsung diorganisir oleh Organisasi Santri Pondok Pesantren Rafah (OSPERA). 1. Kegiatan Berorganisasi Kegiatan berorganisasi di Pondok Pesantren Rafah telah diadakan sejak awal berdirinya pondok ini. Hal ini dimaksudkan untuk memberi bekal para santri agar dapat memimpin umat kelak. Kegiatan berorganisasi ini merupakan kegiatan yang tak terpisahkan dari kehidupan santri sehari-hari, sebab berorganisasi di Pondok ini berarti pendidikan untuk mengurus diri sendiri dan tentu saja orang lain. Seluruh kehidupan santri selama berada didalam Pondok diatur oleh santri dengan dibimbing oleh guru. Kegiatan ini selalu didasari oleh panca jiwa Pondok Pesantren Rafah: Jiwa Imani, Kemandirian, Pengorbanan, Ukhuwah, dan Ta’awun. Kelima Jiwa ini terus menerus ditanamkan dalam kehidupan santri di Pesantren. 2. Organisasi Santri Pondok Pesantren RAFAH (OSPERA) Pelaksana OSPERA adalah santri- santri kelas lima yang terpilih secara demokratis dan terpimpin. Pemilihan Pengurus Organisasi ini diadakan setahun sekali. Pada setiap akhir masa khidmah, seluruh Pengurus Organisasi ini melaporkan kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan selama setahun didepan para santri dan guru-guru serta pengasuh dan Pimpinan Pondok Pesantren untuk Mendapatkan tanggapan maupun evaluasi. Seusai Laporan pertanggung jawaban diadakan serah terima amanat dari pengurus lama ke pengurus baru terpilih. Kegiatan-kegiatan santri didalam Pesantren diurus oleh 12 bagian dibawah OSPERA. Bagian- bagian tersebut adalah: Bagian Sekretariat, Bagian Bendahara, Bagian Keamanan, Bagian Penerangan, Bagian Kantin, Bagian Asrama, Bagian Olah Raga dan Kesenian, Bagian Perpustakaan, Bagian Kesehatan, Bagian Binatu, Bagian Bersih lingkungan dan Bagian Kepramukaan. 3. Jadwal Kegiatan Santri 03.30 - 05.00 : Qiyamullail dan sholat subuh 05.00 - 06.30 : Tahfidz Qur’an 06.30 - 07.30 : Persiapan sekolah dan makan pagi 07.30 - 12.10 : KBM (kegiatan belajar mengajar) 12.10 - 13.50 : Sholat dhuhur dan makan siang 13.50 - 15.10 : KBM 15.10 - 16.00 : Sholat ashar 16.00 - 17.15 : Ekstrakurikuler 17.15 - 18.30 : Tahfidz Qur’an dan sholat magrib 18.30 - 19.00 : Tilawah Qur’an, kalimah jadidah 19.00 - 19.30 : Makan malam 19.30 - 20.00 : Sholat Isya 20.00 - 21.45 : Belajar mandiri dikelas 21.45 - 03.30 : Istirahat Antara adzan dan iqomah kegiatan muroja’ah hafalan Qur’an Program Unggulan A. Program Unit Aktivitas Bahasa Unit Aktivitas Bahasa adalah salah satu unit yang bertanggungjawab dalam kegiatan basaha santri baik bahasa Arab maupun Inggrsis dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari di Pondok. Unit ini ditangani lansung oleh Dewan Guru khususnya yang mempunyai dasar dan kemampuan dalam bahasa Arab maupun Inggris. Diantara program Unit Aktifitas Bahasa diantaranya : I. Program Harian Memutaba’ah/memonitor bahasa percakapan santri, pemberian kalimah jadidah selepas tilawah Al Qur’an sebelum makan malam, memanggil dan memberi sangsi kepada santri yang melanggar bahasa. II. Program Mingguan Kegiatan latihan Muhadhoroh/pidato dengan bahasa Arab, Indonesia dan Inggris setiap malam Ahad, Muhadatsah sobahiyah setiap Ahad pagi. Dan untuk mengevaluasi pencapaian bahasa santri, maka pada akhir tahun menjelang ujian diadakan test tulis bahasa yang materinya diambilkan dari kosa kata/uslub yang diberikan setiap harinya. Selain program diatas Unit Kegiatan Bahasa juga melatih, membina dan membimbing santri yang mempunyai bakat dan minat dalam bidang bahasa sekaligus mengirimnya dalam beberapa cabang perlombaan bahasa. Prestasi santri Rafah yang telah telah dicapai pada perlombaan Bahasa diantaranya : Juara Umum Lomba Bahasa Arab dan Inggris pada arcara Language International Party antar Pondok Pesantren se Jabotabek yang diadakan di Pondok Pesantren Darul Muttaqin Parung, Juara I Debat Bahasa Inggris pada Islamic Friendship Competition antar SMPIT yang diadakan di Smart Excelensia, Juara II dan III pada Islamic Leadership Competition Nurul Fikri Anyer. B. Program Tahfidz I. Kegiatan Tahfidz Program tahfidz dilaksanakan perkelas, yang masing-masing kelas dibagi menjadi kelompok dengan sistem talaqqi. Setiap santri harus menyetorkan hafalannya kepada seorang guru di kelompok tersebut. II. Jadwal Belajar Kegiatan Belajar Mengajar tahfidz dilaksanakan dua kali dalam sehari yaitu, ba’da subuh pukul 05.30 – 06.30, dan sore hari pukul 17.15 – sholat magrib. III. Target yang Dicapai Target yang akan dicapai dalam program tahfidz ini adalah minimal 2 juz dalam setahunnya untuk setiap santri. Untuk kelas 1 yang dihafal adalah juz 30 dan juz 29, untuk kelas 2 adalah juz 28 dan juz 1, kelas 3 adalah juz 2 dan juz 3, kelas 4 adalah juz 4 dan juz 5, kelas 5 adalah juz 6 , dan kelas 6 adalah juz 7. Dengan demikian ditargetkan dalam 6 tahun santri mampu menghafal Al Quran minimal 10 juz. IV. Program Muraoja’ah Program muraja’ah ini dilaksanakan dengan tujuan supaya santri senantiasa menjaga hafalannya. Dilaksanakan pada waktu diantara adzan dan iqomah. Materi muraja’ah sesuai hafalan santri, yaitu mulai juz 1 sampai juz 7 dan juz 28 sampai juz 30. sehingga materi murajaah seluruhnya berjumlah 10 juz dalam dua pekan. V. Prestasi Belajar - Tiga orang Santri (Alumni pertama) dan Empat orang santri (Alumni kedua) berhasil menghafal Al Qur’an 30 Juz Beberapa Peristiwa dan Kejadian Penting 1. Pembangunan Masjid Ar Rahmah Pada tanggal 10 Maret 1997 M/ 1 Dzul Qo’dah 1417 H dimulai peletakan batu pertama pembangunan Masjid Ar Rahmah, yang merupakan cikal bakal dari Pondok Pesantren RAFAH. Acara tersebut dihadiri Alim Ulama dan Habaib serta tokoh masyarakat. Hadirin berjumlah lebih kurang 1000 orang. 2. Berdirinya Pondok Pesantren RAFAH Pada tanggal 27 Desember 1997 M/27 Sya’ban 1418 diresmikanlah masjid jami’ Ar Rahmah, sekaligus dibuka program TPA 3. Peresmian Gedung Darul Ulum I dan dibukanya program SMP IT RAFAH Program SMP IT dibuka pada tanggal 16 Juli 1999 4. Pembukaan Program SMU IT RAFAH Pada tanggal 14 april 2003 5. Peresmian Masjid Ar Rahmah Untuk Masyarakat Berkembangnya Pondok Pesantren RAFAH membuat para jama’ah semakin banyak sehingga Pondok berkepentingan untuk membangun Masjid yang secara khusus untuk masyarakat sekitar, yang di kelola oleh guru pesantren. Diresmikan pada tanggal 29 Sya’ban 1424 H bertepatan dengan tahun 2003 6. Peringantan sewindu Pondok Pesantren Rafah dan Peresmian Gedung Ukhuwah ( Gedung Serba Guna ) Pada tanggal 29 Jumadil Ula 1427H/26 Juni 2005 M PROFIL PIMPINAN PONDOK Lahir di Kuningan, Jakarta pada tanggal 31 Desember 1958. Putra kelima dari pasangan H. Muhammad Zein Yusuf dan Almh. Hj. Sami’ah binti Muhammad Alwi. I. Riwayat Pendidikan Pendidikan dimulai dari Ibtidaiyyah RPI dan SD Kuningan I, Jakarta dan tamat pada tahun 1971. Sebelum masuk pesantren Gontor, sempat masuk pesantren Walisongo, Ngabar Ponorogo. Menamatkan pendidikan di Gontor pada tahun 1977. Selesai di Gontor, beliau bertolak ke Kairo, Mesir. Kemudian beliau pindah ke Madinah dan menyelesaikan pendidikan S1 dan S2 dari jurusan Linguistik Bahasa Arab pada tahun 1978-1986. II. Pengalaman Organisasi · OPPM Organisasi Pelajar Pondok Modern Darussalam Gontor 1976 - 1977 · Wakil Ketua Forum Ukhuwah Pondok Pesantren Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor (sekarang) III. Pengalaman Ke Luar Negeri · Sempat Belajar di Kairo selama 10 bulan · Beliau Belajar di Madinah selama 8 tahun untuk S1 dan S2 · Muktamar Internasional pengajaran bahasa Arab di Brunei Darussalam 1992 · Seminar pengajaran bahasa Arab di University of Malaya, K L, Malaysia 1994
Share this article :

0 komentar:

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | PKS PIYUNGAN
Copyright © 2011. Muadz Jamaludin - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger